sejak 16 november 2011

tak ada niat apapun, hanya belajar mengungkapan perasaan dengan cara yang lebih baik.

Senin, 26 Desember 2011

mungkin ini adalah awal, tapi mungkin pula ini adalah penutup.

Mungkin ini adalah awal….
Tak pernah kusadari bahwa selama ini aku ternyata egois, aku bukan sahabat yang baik.
Tak pernah kusadari sebelumnya ternyata begitu dalamnya semua ini masuk ke hatinya, aku yang ku kira teramat peka dan sensitive ternyata belum bisa menangkap gejala itu. Dia menganggapku sahabatnya?
Tak pernah ku tau selamanya jika tak karena ini, kemarahannya berawal karenaku. Aku terlalu sombong untuk berbagi, tak pernah ada saat dia butuh, aku tak pernah ada di pihaknya, aku bahkan meninggalkan saat dia terpuruk, tak pernah menghiburnya, tak tau apa yang dia ingin, dan dengan  seenaknya saja aku menjalani irama hidupku sendiri.
Tak pernah kutau sebelumnya, bahwa ternyata aku yang selama ini menjadi teman tak pernah bisa menjadi seorang sahabat dalam arti sebenarnya. Kata “sahabat” terlalu rumit bagiku, butuh waktu dan pengorbanan yang panjang hingga sampai ke taraf itu.
Disaat senang, sahabat membagi kebahagiaan
Disaat susah, sahabat membagi harapan
Disaat lelah, sahabat membagi kenyamanan
Sahabat itu butuh kepercayaan, perlu kesabaran, perlu pemahaman,perlu pemakluman akan sifat masing-masing. Rumit.
Mungkin aku akan sedikit berubah.

……tapi mungkin pula ini penutup
Aku yang lelah bersikap, merasa kasihan pada diriku sendiri.
Kusalahkan semua usahaku yang tak pernah bulat untuk setidaknya menjadi seorang sahabat. Sudah kukatakan itu terlalu rumit bagiku. Kusebut diriku sebagai “teman”, teman yang mampu mengerti, bisa berbagi, mau memberi, dan yang terbaik yang bisa kulakukan. Terserah nanti aku akan dianggap teman, sahabat, musuh, lawan, sesuatu, atau seseorang.
Berpura-pura mungkin bukan perbuatan yang baik, tapi aku ingin berpura-pura tak terjadi apa-apa.
Berbohong bukan perbuatan suci, tapi aku ingin bohong. Aku ingin mengatakan bahwa aku baik-baik saja dan tak terjadi apa-apa.
Terbuka adalah sikap yang bagus, tapi aku tak ingin membukanya lagi. Cukup sudah. Lelah.pasrah. Biarlah. Tak terjadi apa-apa. Aku baik-baik saja.
Aku ingin menutup semuanya.
Mungkin aku akan sedikit berubah. Entah perubahan ini adalah awal atau penutup.

2 komentar:

  1. tececer dimana catatannya..?? foll back yachh.. :D

    BalasHapus
  2. Ini tentang apa dan siapa dan bagaimana yu dulu tuh hahaha. Timeless,,, hayuk ah ngeblog lagi... #BiniHongkipacarGD

    BalasHapus