Ide di kepala sudah membukit banyak, menunggu diterjemahkan. Tapi mungkin karena saking ruwetnya hingga benang-benang ide itu kini membaur dan saling melilit. Susah untuk di urai lagi, bahkan mungkin hampir jadi lembaran kain di otak kiriku.
Aah, shit! Aku tak tau lagi apa yang harus kuperbuat pada proposal skripsiku kali ini. Baru proposal sudah membuat kepalaku mumet, tak bisa kubayangkan bila nanti skripsi beneran sudah menghantui hari-hariku. Mungkin aku akan lupa makan kecuali lapar, tak bisa minum kalo tak haus, mungkin juga setiap pagi akan merenung di balik pintu WC. Sial! Sebegitu besarnya kah pengaruhnya pada ritme hidupku yang damai dan santai ini? Perhaps…
Nanti mungkin, kutautkan jariku pada keyboard dan kupatutkankan mata sayuku pada monitor. Aku kan konsentrasi penuh saat itu. Seperti yang sering orang-orang bilang, “kau akan autis pada laptopmu, kau akan pucat terkurung dalam bilikmu seharian, atau kau akan mati dalam keputus asaan saat kau bertemu skr***i.. kau harus tunduk padanya, selesaikan secepatnya atau kau akan menanggung derita seumur hidup bila skr***imu mogok di tengah jalan tol (mungkin sedikit alay, tapi informasi ini yang dapat kutangkap)”. Cerita-cerita semacam itu sering kudengar dari senior-senior yang sering mondar-mandir bawa-bawa map di kampus. Kalau sudah seperti itu, akan kuabdikan waktuku yang tersisa untuk bertemu sedikit saja perasaan tenang. Agar tak selalu tertekan dan dibawah tekanan… hiburan? Yaa, mungkin itu yang kubutuhkan. Hiburan lebih dari yang sering aku dan temanku lakukan saat ini, saat bebas dari tugas atau saat lepas dari minggu-minggu padat penuh ujian.
00:35 waktu dini hari. Aku belum juga terlelap. Belum juga kembali mengerjakan proposal skr***I ku. Aku hanya ingin mengungkapkan buih-buih yang ada di otakku saat ini. Daripada nanti kulupa bahwa aku pernah galau seperti ini lebih baik kurekam saja apa yang kurasakan dalam huruf dan kata. Right?
Mati lampu juga membuatku rada takut memejamkan mata, gelap cuy!! Aku benci itu. Jika saat ini aku ada di tengah hutan atau di alam terbuka mungkin aku akan sedikit tenang karena alam menjagaku. Tapi bila di dalam ruang seperti ini, saat gelap membimbing.. aku justru takut. Akan sussah bila ku ingin lari kalau-kalau sesuatu terjadi.
Belum juga skr***I, masih proposalnya tapi aku sudah setengah stress. Senang rasanya jika saat ini ada yang datang menjemput dan mengajak tidur di bawah bintang. Bahagia pikirku jika saat bangun aku langsung bisa mencium bau rumput yang basah, udara pagi yang tipis, gemericik air di sela batu. Aaarrghh…. Aku ingin seperti itu lagi. Mudahan saja itu ada di mimpiku malam ini.
00:51 waktu dini hari. Walau tak terlalu ngantuk tapi lebih baik aku tidur sekarang. Jadi ketika aku bangun lagi semoga saja listrik sudah nyala dan akan kulanjutkan tugasku yang kutinggalkan saat kutulis semua ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar